Banjir Sambut Ramadhan: Hotmix Baru Hancur-Rumah Terendam Banjir

BIMA-Awal ramadhan tahun 1447 hijriah terjadi bencana banjir di 3 desa pada 2 kecamatan. Hotmix yang baru selesai dikerjakan hancur usai diterjang banjir dan merendam rumah warga di Desa Labuan Kananga Kecamatan Tambora Kabupaten Bima, NTB.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Fatahullah mengatakan musibah banjir terjadi di Desa Kore dan Sandue Kecamatan Sanggar pada Sabtu 21 Februari 2026 pukul 17.20 wita, sementara di Desa Labuan Kananga Kecamatan Tambora banjir terjadi pada Minggu 22 Februari 2026 pagi.

Ia menjelaskan, banjir di Desa Kore terjadi akibat derasnya air dari gunung, mengakibatkan drainase tidak mampu menahan debit air hingga meluap ke area pemukiman warga, jalan raya dan lahan pertanian dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 20 sampai 50 centimeter.

Bacaan Lainnya

“Dampak kejadian ini 25 kepala keluarga atau 81 jiwa terdampak dengan 25 unit rumah warga di 6 RT tergenang. Tembok penahan air banjir yang di bangun warga rusak sepanjang 3 meter, aspal ruas jalan menuju Dermaga Kore yang baru selesai dikerjakan rusak sepanjang 10 meter,” ungkapnya.

Selain itu, banjir juga menyebabkan akses jalan lintas Tambora Desa Kore tergenang air campur lumpur sepanjang 75 meter, sehingga mengakibatkan kemacetan kendaraan.

Di Desa Sandue Kecamatan Sanggar juga terjadi banjir yang menyebabkan air meluap ke area pemukiman warga, jalan raya dan lahan pertanian ketinggian air bervariasi mulai dari 20 sampai 50 centimeter.

Dampak kejadian ini 12 kepala keluarga atau 38 jiwa terdampak dengan 12 unit rumah warga di RT 01, dan RT 02 Dusun Lagaga tergenang air banjir, serta akses jalan lintas Tambora Desa Sandue tergenang air campur lumpur sepanjang 80 meter.

Pada Minggu pagi, sambung Fatahullah, juga terjadi banjir di Desa Labuan Kananga Kecamatan Tambora. Rumah warga serta jalan raya ikut terendam air banjir.

“Banjir di Labuan Kananga disebabkan curah hujan tinggi yang terjadi sejak Sabtu malam hingga pada Minggu pagi. Air meluap ke pemukiman warga dan jalan raya,” tuturnya.

Hingga saat ini, petugas di lapangan masih melakukan pendataan kerugian yang dialami warga akibat musibah tersebut.

Tim BPBD melakukan koordinasi dengan Camat, Kapolsek, Koramil dan Desa setempat terkait terdampak dan melakukan pengamatan, pendataan dan kaji cepat serta penanganan darurat bencana terhadap daerah terdampak dan proses pendataan.

“Masyarakat juga tetap waspada terhadap cuaca extrim serta bencana yang terjadi seperti banjir bandang, angin putting beliung dan tanah longsor,” imbau Fatahullah. (man)

Pos terkait