Kejari dan PLN Bima Kolaborasi Stunting, Kajari: Penanganan Dimulai Masa Kehamilan

KOTA BIMA-Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima bersama PT PLN UP3 Bima kembali kolaborasi intervensi spesifik stunting di Kota Bima pada Jumat (29/12/2023).

Kegiatan yang dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bima, Dr. Ahmad Hajar Zunaidi, SH, MH, Pj Wali Kota Bima, serta sejumlah OPD maupun tokoh masyarakat itu berlangsung di Kantor Kelurahan Rabadompu Barat Kecamatan Rasanae Timur.

Pada kegiatan tersebut, Kajari Bima bersama PT PLN UP3 Bima didampingi Pj Wali Kota Bima memberikan bantuan untuk penanganan stunting.

Bacaan Lainnya

Di antara bantuan dalam rangka percepatan penanganan stunting itu berupa beras, telur dan minyak.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, dapat mempercepat penurunan angka stunting khususnya di wilayah Kota Bima,” ujar Kajari Bima, Dr. Ahmad Hajar Zunaidi, SH, MH dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, juga disampaikan kepada para ibu-ibu yang hadir mengenai pola penanganan stunting.

“Penanganan stunting ini dimulai sejak masa kehamilan. Ibu hamil harus selalu diberikan nutrisi yang cukup dan dalam kondisi bahagia, tidak boleh sedih atau stress tertekan permasalahan,” paparnya.

Selain itu, sambungnya lagi, setelah balita lahir harus diberikan ASI selama 2 tahun. Selanjutnya, dijaga jangan sampai diberikan makanan olahan yang merusak kesehatan.

“Seperti mie instan dan golongan snack makanan olahan pabrik jangan diberikan kepada anak-anak,” terangnya.

Diakhir sambutannya, Kajari Bima menyampaikan pesan menyentuh kepada para peserta.

“Semoga dengan pembekalan pengetahuan pola yang benar dalam pemberian gizi balita, tumbuh kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah stunting,” tandasnya. (man)

Pos terkait