BIMA-Blokade jalan di Kabupaten Bima, NTB semakin marak. Aksi kali ini terjadi di Desa Lido Kecamatan Belo berujung caos antara warga dengan aparat. Dua orang warga tertembak dan mendapat perawatan medis, Senin 15 Desember 2025.
Kedua korban, Nasrullah (55) warga Desa Lido tertembak bagian pinggang sebelah kanan dan Irwan warga Desa Doro O’o tertembak bagian lengan kanan. Keduanya sempat mendapat perawatan medis di Puskesmas Ngali Kecamatan Palibelo.
Aksi blokade jalan kali ini dilakukan oleh keluarga korban pembunuhan bersama warga sekitar. Massa menuntut aparat Kepolisian segera menangkap pelaku pembunuhan yang menewaskan korban Ardiansyah.
Ardiansyah tewas dihakimi massa di Desa Minta Kecamatan Minta beberapa waktu lalu. Korban kedapatan mengambil bawang milik warga setempat bersama rekannya.
Aksi spontanitas pemblokiran jalan ini menggunakan batu, tanah, pos jaga dan kayu yang dilakukan oleh warga Desa Lido dan keluarga korban yang memprotes lambannya penanganan kasus korban pembunuhan.
“Kami meminta kepada pihak kepolisian agar segera menangkap terduga pelaku pembunuhan tersebut. Jika terduga pelaku pembunuhan tersebut tidak di amankan maka jalan ini kami tidak akan buka,” teriak massa.
Atas reaksi massa tersebut, pihak Kepolisian mencoba memberikan penjelasan terhadap perkembangan penanganan kasus pembunuhan tersebut dan meminta agar jalan dibuka.
Meski telah diberikan penjelasan, namun massa tidak menggubris dan tetap menuntut agar pelaku pembunuhan segera ditangkap.
Tak selang beberapa lama kemudian, aparat Kepolisian melakukan upaya paksa membuka blokade jalan. Suara tembakan menggelegar yang kemudian disambut lemparan batu oleh massa yang berjumlah ratusan orang.
Dua warga mengalami luka tembak. Hal tersebut mematik amarah warga yang kembali memblokade jalan untuk kedua kalinya.
Kapolsek Belo, IPTU Johansyah yang dikonfirmasi membenarkan aksi blokade jalan, namun membantah ada warga yang tertembak saat insiden buka paksa jalan yang diblokade.
“Memang ada aksi massa yang blokade jalan, tapi tidak ada warga yang terluka (tertembak). Karena tidak ada laporan yang masuk ke saya,” bantahnya dihubungi via sambungan WhatsApp Senin 15 Desember 2025 malam. (man)





