BIMA-Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, Adel Linggi Ardi, SE., melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) dan memimpin pelaksanaan apel pagi jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bima di halaman kantor setempat pada Selasa 29 September 2026.
Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Bima, Suryadin menjelaskan, Sidak ini digelar untuk mendorong akselerasi dan optimalisasi kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) secara maksimal menjelang triwulan terakhir tahun berjalan.
Dalam Sidak tersebut, Sekda Adel Linggi Ardi turut didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. Agus Salim, M.Si, Sekretaris BKD dan Diklat Laily Ramadhani, S.STP, MM, Kabag Organisasi Raani Wahyuni, ST, MT, M.Sc, serta Kabag Administrasi Pembangunan Bohri Rahman, ST.
“ASN tidak bisa menuntut haknya kalau kewajibannya tidak dipenuhi. Kewajiban utama kita adalah mendedikasikan diri untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi etika kerja yang profesional sesuai Tupoksi masing-masing,” tegas Sekda Adel di hadapan para peserta apel.
Selain menekankan aspek kedisiplinan dan etika ASN dalam pelayanan publik, Sekda juga memberikan instruksi khusus terkait urgensi tertib administrasi di lingkungan birokrasi. Seluruh dokumen diarahkan untuk dikerjakan secara cermat sesuai tata naskah dinas yang berlaku.
Selain Sekda, Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat Kabupaten Bima, Laily Ramadhani, menyampaikan arahan tegas kepada seluruh aparatur agar menghindari segala bentuk manipulasi presensi kehadiran, termasuk penggunaan aplikasi pemalsu lokasi atau fake GPS selama jam kerja berlangsung.
Sebagai langkah preventif, BKD kini telah memperketat pengawasan melalui sistem teknologi. “Agar para pegawai lebih bijak dalam menggunakan sistem absensi. Saat ini dari pihak BKD sudah menerapkan fitur tolak absen secara otomatis untuk mencegah segala bentuk manipulasi kehadiran,” tegas Laily.
Pemberlakuan fitur penolakan otomatis ini diharapkan dapat menutup celah kecurangan serta memastikan kehadiran fisik pegawai benar-benar valid sesuai dengan ketentuan jam kerja yang berlaku,” tegasnya.
Sementara itu, Kabag Organisasi Setda Raani Wahyuni ST, MT, M.Sc dalam arahannya menegaskan pentingnya Wujud Nyata ASN BERAKHLAK.
“Paradigma birokrasi masa kini telah mengalami pergeseran fundamental: dari yang tadinya “dilayani” kini bertransformasi menjadi pihak yang “melayani”. Di sinilah esensi utama dari ASN BERAKHLAK. (man)







