Banjir-Pohon Tumbang di Bima: Rumah-Fasum Terendam, Dua Rumah Rusak

BIMA-Curah hujan sedang-lebat yang disertai petir dan angin kencang melanda sebagian wilayah Kabupaten Bima pada Sabtu 20 Desember 2025 hingga pukul 13.45 Wita. Ratusan rumah dan Fasilitas Umum (Fasum) terendam dan pohon tumbang menimpa dua rumah warga.

Di Kecamatan Belo Desa Soki sekitar pukul 14.05 wita terjadi musibah banjir akibat derasnya air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Kawuwu Kecamatan Langgudu sehingga mengakibatkan sungai wilayah Desa Soki tidak mampu menahan debit air, yang menyebabkan meluap ke lahan pertanian dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 1 meter hingga 3 meter.

“Dampak atas kejadian ini, lahan pertanian maupun infrastruktur umum masih dalam proses pendataan,” kata Kepala BPBD Kabupaten Bima, Isyrah.

Bacaan Lainnya

Di Desa Lido Kecamatan Belo sekitar pukul 14.05 wita juga terjadi musibah banjir akibat derasnya air dari gunung yang mengakibatkan sungai wilayah Desa Lido tidak mampu menahan debit air sehingga menyebabkan air meluap ke area pemukiman warga, jalan raya dan lahan pertanian ketinggian air bervariasi mulai dari 20 sampai 60 cm.

Isyrah menyebutkan, dampak kejadian ini sebanyak 30 unit rumah terendam banjir (95 jiwa) yang tersebar di RT 08 dan RT. 09, serta satu akses jalan lintas Tente – Karumbu tergenang air dengan ketinggian 10 cm sampai 30 cm.

Di Desa Ngali Kecamatan Belo sekitar pukul 14.30 wita terjadi musibah banjir akibat derasnya air dari DAS Desa Kawuwu Kecamatan Langgudu yang mengakibatkan sungai tidak mampu menahan debit air, yang menyebabkan air meluap ke area pemukiman warga, jalan raya dan lahan pertanian ketinggian 20 sampai 40 cm.

“Sebanyak 12 unit rumah warga yang ada di bantaran sungai terendam banjir di Dusun Lewi RT. 012. Banjir sudah surut dan warga melakukan pembersihan lumpur,” ungkapnya.

Di Desa Runggu Kecamatan Belo sekitar pukul 14.40 wita terjadi musibah banjir akibat derasnya air dari DAS Desa Kawuwu yang mengakibatkan sungai tidak mampu menahan debit air, yang menyebabkan air meluap ke area pemukiman warga, jalan raya dan lahan pertanian ketinggian air 20 sampai 80 cm.

“Sebanyak 254 unit rumah terendam banjir yang tersebar di 9 RT serta 2 unit fasilitas umum (1 Kantor Desa, dan 1 unit mesjid) terendam banjir, serta pagar kuburan jebol sepanjang 10 meter,” sebut Isyrah.

Di Desa Belo Kecamatan Palibelo sekitar pukul 15.30 wita terjadi musibah bencana banjir akibat derasnya air dari gunung menyebabkan debit air sungai wilayah Desa Belo Kecamatan Palibelo meningkat mengakibatkan air meluap, membanjiri pemukiman warga dan jalan raya serta lahan pertanian.

Ketinggian luapan air antara 30 cm hingga 70 cm, banjir menggenangi sebanyak 307 KK (935 jiwa) 307 unit rumah terdampak yang tersebar di 6 RT.

Di Desa Dore Kecamatan Belo juga mengalami banjir akibat derasnya air dari DAS Desa Soki, Desa Lido, dan Desa Runggu Kecamatan Belo sehingga meluap ke jalan raya.

Di Desa Waworada Kecamatan Langgudu juga mengalami terjadi pohon tumbang berukuran besar. Dampak kejadian ini mengakibatkan 2 unit rumah tertimpa pohon.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” pungkasnya. (man)

Pos terkait