BIMA-Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima melakukan penyitaan satu unit kapal kayu Banawa 77 di Desa Sangeang Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Kapal 35 GT seharga Rp 2,3 miliar merupakan hibah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI tahun 2019.
Informasi yang diperoleh, kapal Banawa 77 tersebut merupakan hibah dari Kemenhub RI pada tahun 2019 lalu. Oleh oknum pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima menjual pada seseorang di Desa Sangeang Kecamatan Wera Kabupaten Bima, NTB.
Kapal seharga Rp 2,3 miliar tersebut diduga dijual puluhan juta. Sampai sekarang kondisi kapal yang dibuat dari pajak rakyat itu memprihatinkan.
Badan kapal setengah sudah tenggelam dalam air laut, sedangkan alat keselamatan, berupa AC, genset, mesin dan lainnya seharga miliaran sudah raib.
Kasi Intel Kejari Bima, Virdis F Putra membenarkan telah menyita satu unit kapal pelayaran rakyat di Desa Sangeang Kecamatan Wera Kabupaten Bima.
Iya, hari ini 23 Desember 2025 sudah kami sita dan dititip ke Dinas Perhubungan Kabupaten Bima,” ujarnya ditemui di Kantor Kejaksaan pada Selasa 23 Desember 2025.
Ditanya soal perubahan bentuk dan alat keselamatan yang sudah raib, Virdis belum bisa memberikan penjelasan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bima, H Masykur, yang dikonfirmasi membenarkan tim penyidik Kejaksaan Negeri Bima telah menyita satu unit kapal Banawa. “Iya, benar disita tadi. Kami juga hadir langsung,” ucapnya.
Ia membenarkan, kapal seharga Rp 2,3 miliar tersebut telah berubah bentuk dari kondisi semula. Tulisan nama kapal Banawa telah hilang dan dek kapal berubah menjadi tingkat dua. “Iya, benar sudah berubah bentuk,” kata Masykur.
Ditanya alat-alat keselamatan kapal yang harganya diperkirakan miliaran, Ia mengaku tidak mengetahui persis soal itu. “Saya masuk (jadi Kepala Dinas) tahun 2023, kapal tersebut tiba tahun 2019,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, penyidik Kejari Bima mengusut dugaan korupsi kapal Banawa Hibah dari Kemenhub RI. Sejumlah pihak telah diperiksa untuk dimintai keterangan.
Eks Kepala Dinas Perhubungan, Syafrudin beserta istri juga telah diperiksa dalam kasus ini. Selain itu, beberapa pejabat lingkup dinas setempat juga ikut diperiksa.
Penyidik telah meningkatkan status penanganan perkara dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Namun belum ada ditetapkan tersangka. (man)





