Istri AKBP Didik Jelaskan Asal-usul Dana Umrah, Miranti: Dari Tabungan

BIMA-Miranti Afriana, istri terdakwa eks Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro menjelaskan asal-usul dana untuk perjalanan ibadah umrah bagi 7 orang. Ia menyatakan biaya perjalanan umrah keluarganya berasal dari tabungan yang dikumpulkan bersama, termasuk tabungan dari hadiah.

Penjelasan tersebut disampaikan Miranti saat menjadi saksi yang meringankan (A De Charge) dalam sidang lanjutan perkara narkotika dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Pengadilan Negeri Raba Bima, Kamis 22 Oktober 2026.

Dalam penjelasannya, saksi Miranti mengatakan rencana umrah awalnya ditawarkan untuk 2 orang. Namun, mereka memilih mencari paket lain karena mempertimbangkan biaya perjalanan dan keinginan mengajak lebih banyak anggota keluarga.

Bacaan Lainnya

“Untuk biaya umrah, suami saya sebenarnya selalu siap sejak dulu. Uangnya berasal dari tabungan kami, termasuk tabungan dari hadiah. Tabungan itu dikumpulkan,” kata Miranti.

Ia mengaku, sempat mempertimbangkan kembali rencana keberangkatan setelah mengetahui biaya paket umrah untuk 2 orang yang cukup mahal. Menurutnya, dana yang tersedia akan lebih baik digunakan untuk mengajak anak-anak dan orang tua ikut beribadah.

“Awalnya, kami mendapat tawaran untuk berangkat berdua. Kalau tidak salah, saat itu suami saya baru mendapatkan informasi mengenai biaya yang mahal. Suami saya tidak mau kalau terlalu mahal,” ujarnya.

Miranti menjelaskan, pertimbangan biaya tersebut membuatnya mencari alternatif paket perjalanan lain. Ia mengaku tidak ingin dana keluarga hanya digunakan untuk keberangkatan dirinya dan suami apabila ada pilihan yang memungkinkan anggota keluarga lain ikut serta.

“Menurut saya, kalau uang sebanyak itu hanya untuk kami berdua, lebih baik mengajak orang tua dan anak-anak,” tambahnya.

Ia kemudian mencari pilihan perjalanan lain setelah mendapat arahan dari suaminya agar memilih paket yang sesuai dengan kebutuhan keluarga.

“Karena itu, saya mencari pilihan lain. Suami saya mengatakan agar saya mencari sendiri dan tidak perlu memilih yang mahal. Akhirnya, kami mencari pilihan lain untuk berangkat bersama anak-anak dan orang tua,” tuturnya.

Miranti juga ditanya mengenai penyerahan uang untuk perjalanan umrah. Ia mengakui adanya tambahan uang, tetapi mengaku tidak mengetahui siapa yang memberikannya.

“Ada tambahan. Namun, saya tidak tahu uang tersebut diberikan oleh siapa, Pak,” kata Miranti saat menjawab pertanyaan Jaksa.

Pada akhirnya, yang berangkat umrah adalah anak-anak dan orang tua mereka, sedangkan tiket umrah Miranti dan Didik hangus.

Sebelumnya, jaksa mendakwa pembiayaan umrah keluarga AKBP Didik berkaitan dengan uang hasil peredaran narkotika. Biaya perjalanan 7 orang disebut mencapai sekitar Rp 434,55 juta.

Pihak penasihat hukum Didik sebelumnya membantah tuduhan tersebut dan menyatakan biaya umrah bersumber dari uang pribadi AKBP Didik serta bantuan rekannya untuk pembayaran uang muka. (man)

Pos terkait