BIMA-Puluhan warga Desa Diha Kecamatan Belo Kabupaten Bima, NTB, memblokade jalan di perbatasan desa, Jum’at 23 Oktober 2026 sekitar pukul 08.00 WITA pagi. Massa menuntut hasil autopsi meninggalnya salah satu warga setempat agar dirilis kepada pihak keluarga.
Aksi blokade jalan di perbatasan Desa Diha dengan Desa Ncera Kecamatan Belo tersebut menggunakan meja, kayu, bale-bale hingga tumpukkan batu alam.
Camat Belo, Ruyani, membenarkan ada sekelompok warga melakukan blokade jalan di perbatasan dua desa. “Iya, benar ada blokade jalan oleh masyarakat,” ujarnya dikonfirmasi via sambungan WhatsApp.
Ruyani mengatakan, blokade jalan di depan SDN Ncera tersebut dilakukan oleh keluarga korban yang melakukan autopsi mayat. “Mereka menuntut hasil autopsinya segera dirilis oleh pihak aparat,” terangnya.
Ia mengaku, peristiwa kematian korban telah ditangani oleh aparat Kepolisian. “Hasil koordinasi Kepala Desa via telepon dengan Kanit PPA Polres Bima bahwa perkara tersebut sudah naik sidik,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Rabu 23 September 2026 sekitar pukul 13.00 Wita di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Diha berlangsung penggalian kembali kuburan almarhum Nurmala yang meninggal diduga gantung diri dalam rumahnya pada Sabtu 22 Agustus 2026 lalu.
Tujuan penggalian kembali kuburan tersebut untuk dilakukan autopsi karna keluarga mencurigai peristiwa meninggalnya korban diduga ada kejanggalan pada saat visum.
Proses autopsi telah dilakukan oleh tim dokter forensik dari Polda NTB serta dibantu tim Inafis dari Polres Bima Kabupaten. Namun hingga kini hasil belum dirilis. (man)






