BIMA-Aktivitas gunung Sangeangapi di Pulau Sangeang Kecamatan Wera Kabupaten Bima, NTB dilaporkan meningkat dari normal menjadi waspada. Hasil pengamatan visual terlihat asap di kawah utama dan guguran lava pijar dan hembusan asap di lokasi baru bagian Barat gunung api.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Dr. Ir. Muhammad Wafid A.N., M.Sc, menyampaikan adanya peningkatan aktivitas pada gunung api sangeanapi di Bima, NTB
“Terekam aktivitas kegempaan yang intens pada Gunung Sangeangapi, yang berlokasi di Pulau Sangeang. Visual Gunung Sangeangapi menunjukkan adanya asap yang keluar dari area kawah utama,” kata Muhamad Wahid dalam laporan khusus yang disampaikan kepada pemerintah daerah.
Wahid mengakui, secara umum, aktivitas Gunung Sangeangapi memperlihatkan peningkatan, baik berdasarkan pengamatan visual maupun data kegempaan.
“Dari pemantauan visual terdapat asap yang terlihat dari tembusan baru, berbeda dengan titik erupsi terakhir yang terjadi pada tahun 2014,” sebut Wahid dalam laporan tertulisnya.
Hal ini mengindikasikan bahwa magma yang bergerak naik ke permukaan mencari celah yang paling mudah untuk ditembus hal inilah yang menyebabkan titik terjadinya erupsi dapat berpindah pindah pada suatu gunungapi.
Ia mengungkapkan, aktivitas kegempaan Gunung Sangeangapi pada periode 1-22 November 2025 menunjukkan pola peningkatan yang cukup signifikan. Gempa Hembusan mengalami kenaikan terutama pada 18 November 2025, dengan jumlah mencapai 43 kali kejadian.
Selain itu, terekam 5 kali Gempa Tornilo. Pada periode ini juga tercatat 25 kali Gempa Vulkanik Dalam, 6 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 31 kali Gempa Tektonik Lokal, serta 56 kali Gempa Tektonik Jauh.
“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi maka terhitung mulai tanggal 22 November 2025 pukul 06.00 WITA, tingkat aktivitas Gunung Sangeangapi dinaikkan dari Level 1 (Normal) menjadi Level (Waspada) dengan rekomendasi utama masyarakat, pengunjung, wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 KM dari pusat aktivitas (kawah utama) dan sektoral Timur Tenggara sampai garis pantai 6.5 KM,” terangnya.
Wahid menyampaikan, untuk rekomendasi selengkapnya dan untuk mengetahui perkembangan aktivitas Gunung Sangeangapi, masyarakat dapat melihatnya melalui website Badan Geologi (geologi.esdm.go.id), website Magma Indonesia (magma.esdm.go.id), aplikasi Magma Indonesia di Google Playstore, serta media sosial resmi Badan Geologi. (man)




